Belajar dengan Proses

Dalam hampir 19 tahun saya hidup, saya telah mengalami banyak peristiwa. Banyak proses yang terjadi selama ini. Saya telah mengalami jatuh bangun. Mungkin ini memang tidak bisa dibandingkan dengan jatuh bangun orang-orang ‘dewasa’. Mungkin juga ini terdengar terlalu mendramatisasi hidup.

Tapi percayalah, jatuh bangun atau masalah yang dihadapi oleh orang lain takkan pernah bisa kamu alami secara emosional seutuhnya. Karena tak bisa dipungkiri bahwa saya dan kamu berbeda, begitu juga dengan kamu dan mereka. Tak ada yang benar-benar berempati seutuhnya terhadap dirimu. 

Namun bukan mengenai itu tulisan saya kali ini. Saya ingin bercerita bagaimana saya menghadapi dan menanggapi proses.

“Pernahkah kamu merasa gagal?”

“Atau pernahkah kamu merasa berhasil?”

Saya yakin kamu pernah berhadapan dengan keduanya. Karena itu adalah bagian dari proses. Proses kehidupan.

Pada dasarnya, kamu tidak akan pernah bisa memisahakan ketiga hal tadi dalam hidupmu. Kegagalan dan keberhasilan merupakan sebuah paket yang disiapkan kehidupan untukmu. Kedua hal tadi dibungkus menjadi apa yang kita kenal dengan proses.

“Tetapi kenapa menurutmu keberhasilan dan kegagalan merupakan proses? Bukankah itu adalah hasil? Dan bukankah proses itu memiliki ‘kotaknya’ sendiri?”

Itu mungkin akan menjadi pertanyaan saya terhadap tulisan ini sebelum saya kenal dengan ‘growth mindset’.


Mengenal Growth Mindset

Growth mindset merupakan sebuah pola pikir yang dikenalkan oleh seorang psikolog Amerika sekaligus profesor dari Stanford University, Carol Dweck. Growth mindset merupakan hasil dari riset dan analisisnya terhadap motivasi seseorang dan kenapa seseorang bisa ‘sukses’.

Growth mindset merupakan sebuah pola pikir yang membuat kita bertumbuh dan belajar dari bagaimana kita melihat proses sebagai sebuah pembelajaran.

Dalam pandangan growth mindset, di dalam sebuah proses bukan hanya ada keberhasilan dan kegagalan. Namun juga terdapat rintangan, usaha, bahkan kritik yang diberikan merupakan bagian dari proses.

 

Growth Mindset vs Fixed Mindset

Growth mindset tidak eksis sendiri, ia memiliki lawan atau pola pikir yang terbalik darinya, yang dikenal dengan fixed mindset. Dweck coba menggambarkan fixed mindset sebagai pola pikir yang statis. Yang saya cermati, fixed mindset memiliki dua kata kunci, yaitu static dan avoiding.

Fixed mindset melihat tantangan sebagai hal yang harus dihindari. Ia memandang usaha sebagai sebuah hal yang sia-sia. Tentunya ini juga berdampak pada kegagalan, seseorang yang memiliki fixed mindset akan memandang kegagalan sebagai representasi akhir dirinya.

 Pola pikir seperti ini akan membuat pemiliknya tetap berada di tempat yang sama. Ia takkan pernah belajar dari proses yang dilaluinya. Oleh karena itu, pola pikir ini disebut sebagai fixed mindset.

Berbeda dari fixed mindset, growth mindset justru memiliki kata kunci yaitu process dan learning. Dengan memandang rintangan, usaha, kritik, bahkan kegagalan sebagai sebuah proses, ini akan membuat pemiliknya belajar dan terus bergerak.

Selain itu, growth mindset memandang keberhasilan juga sebagai proses. sehingga kamu selalu merasa “belum”, maka kamu akan selalu mencoba untuk belajar dan bertumbuh dari proses yang akan kamu lalui nantinya.



Source: Brainpickings.org


Bagaimana Growth Mindset mempengaruhi Hidup

Perlu diketahui, bahwa mindset dapat menentukan kehidupan. Bermula dari sebuah mindset, itu akan membawa kamu membuat sebuah keputusan. Itu juga yang bisa menentukan bagaimana cara kamu memandang sesuatu. Dan ini akan menuntunmu dalam menentukan arah hidupmu. Oleh karena itu, memilih antara memiliki growth mindset atau fixed mindset adalah hal yang esensial.

Saya menyadari bahwa saya belum sepenuhnya memiliki growth mindset dalam diri saya. Mindset ini memang perlu dilatih, bahkan menurut saya perlu ditanamkan sedari kecil. Latihan yang ditempuh untuk memiliki mindset ini tidak bisa dilakukan sendiri. Saya merasa terkadang lingkungan tidak mendukung dan tentunya menghambat saya untuk memiliki mindset tersebut. Ini tergambar dari bagaimana lingkungan bisa memandang kita hanya dari sebuah kegagalan. Maka dari itu, untuk memiliki growth mindset kamu perlu mencari lingkungan atau social support yang tepat.

Sekali lagi, dengan growth mindset, kamu dapat memperbaiki kehidupan personal maupun profesionalmu. Salah satunya dengan bagaimana kamu menghadapi dan menanggapi proses, termasuk kegagalan dan kerbehasilan. Dan bagaimana kamu belajar dan terus bergerak dari proses yang kamu lalui.

Comments

Post a Comment

Popular Posts