It's All About You


Mulai dari kemarin gua ngerasa banget sedang diingetin berulang kali sama Allah. Sebenernya ini dimulai dari stories Instagram temen gua yang me-repost salah satu akun islami. Kurang lebih isi kontennya begini,

“Sudah mengerti kadar diri sendiri? ‘Puncak adab bagi kami adalah seseorang mengerti kadar dirinya.’ (Hilyah al-Auliya’ wa Thabaqah al-Ashfiya, 10/168).”

Awalnya gua enggak ngerti maksudnya apa. Trus gua nanya dan akhirnya dikirim artikel terkait tentang maksud kalimat itu. Kurang lebih kalimat ini mirip dengan kalimat Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah yang berkuasa pada tahun 717 M, yang ditulis dalam suratnya,
“Semoga Allah merahmati seseorang yang mengetahui siapa dirinya.”
Sebelum gua cerita apa maksudnya, gua mau cerita soal podcast yang gua dengerin tadi pagi. It was a very very inspiring and insightful podcast. Yap, yaitu podcast-nya Sharing Handry. For your information, Handry Satriago merupakan CEO dari GE Indonesia. Jadi di podcast ini beliau sharing-sharing mostly tentang leadership. Dan dalam episode yang kemarin gua dengerin, beliau ngundang seorang aktivis muda. Muda bangettt, yaitu Faye Simanjuntak. Bahkan sekarang umurnya masih 17 tahun. That’s why I tell u this is an inspirational podcast. 

Faye memulai gerakan itu dari umur 9 tahun. Bayangin 9 tahun cuyy. I was amazed. Jadi saat umur 9 tahun itu dia sudah mulai melakukan funding (correct me if I’m wrong). Dia buat proposal dan ngajuin langsung ke orang terdekatnya, yaitu orang tuanya. And they supports hundred percent. By the way, Faye ini merupakan aktivis di bidang child trafficking. For those who doesn’t know what child trafficking is, ini merupakan perdagangan anak. Yang pada tujuannya melakukan eksploitasi terhadap anak.

Okay back to the topic, gua inget banget salah satu dialog mereka. Ketika Faye ditanya alasan kenapa dia  ngelakuin itu semua, and she said,
Because I can
Dia ngerasa bahwa karena dia bisa dan telah diberi anugerah oleh Tuhan makanya dia harus ngelakuin itu. Dia tahu bahwa ini tentang diri dia sendiri yang sadar bahwa she can do it. What I wanna talk about, these points quiet similar dengan kalimat Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang sebelumnya telah gua singgung.

Jadi dalam artikel yang sebelumnya udah gua baca, maksud kalimat tersebut yaitu kita harus sadar bahwa kita adalah hamba Allah. Yang berarti seorang hamba harus patuh hanya kepada Allah .

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,” (QS. Al-Baqarah [2] :21)

Dengan tau who we are, kita akan terhindar tuh dari sifat sombong. Kok bisa? Ya simpel banget, karena kita sadar bahwa kita hanya manusia yang bodoh. Yang pada akhirnya memacu kita untuk terus belajar.

وَخُلِقَ الإِنسَانُ ضَعِيفاً
Karena manusia diciptakan (bersifat) lemah.” (QS. An-Nisa’ [4] :28)

Selain itu juga, kita bisa jadi lebih mengenal diri kita that we are a weak servant. By knowing that we are the weak servant, maka kita akan selalu meminta pertolongan Allah . Yaa mungkin secara ringkas itu maksud dari kalimat tadi.

Selipan sedikit, bahwa gua sebenernya bukan sedang comparing seorang Khalifah dengan generasi z ya. I just wanna share my insight that seems to be similar. Once again, gua enggak sedang comparing ya. Rasanya juga enggak fair klo gua membandingkan dua hal itu. Tapi coba kita liat substansinya.

Back to my point, bahwa it’s all about you. About urself. Dengan dua hal tadi, it shows us tentang kekuatan mengenal diri. Walaupun sebenernya dua hal itu memang beda konteks ya. And again, by knowing who we are, kita enggak cuma bisa maximize our potential, but we can get a strong reason to do something. And it’s important to survive in this mortal world.

Comments

Popular Posts