Menjadi Independen
Namun waktu memang tak bisa dilawan,
apalagi lingkungan kita juga semakin berumur semakin kuat dan sulit untuk dilawan.
Ketika lingkungan dan hidup bersatu kemudian memaksa saya untuk segera dewasa,
di situlah rintangan saya dimulai.
Hidup memang tidak terang-terangan
dalam memaksa saya untuk menjadi dewasa, namun orang-orang yang saya perhatikan
sampai saat ini tak perlu lagi rasanya membicarakan kedewasaan mereka. Terlalu hebat
jika dilihat dari kacamata saya. Mereka yang dewasa biasanya memilki sifat
sakti yaitu sifat independen. Sifat yang biasanya dimiliki oleh mereka yang mampu
bertahan hidup.
Sejak SMA saya sudah terpapar
kehidupan di luar Indonesia, kehidupan yang biasanya mahasiswa rantau alami. Ketertarikan
kepada kehidupan mahasiswa Jerman membuat saya semakin rajin dalam melihat
dunia luar. Hal itu menyebabkan beban laten yang diletakkan di pundak saya. “Mengapa
begitu?”, Sebab banyak dari mereka yang usianya terbilang cukup muda untuk
mengemban kesendirian di negeri orang. Namun kesendirian itulah yang membuat
mereka mengeluarkan potensi terbesar mereka, yaitu menjadi independen. Dari perjalanan
saya, kesimpulan yang saya dapat adalah bahwa sifat independen merupakan
keterampilan bertahan hidup, sesuatu yang fundamental.
Keterampilan hidup ini yang cukup
membuat saya tertarik bahkan sampai terobsesi untuk memilkinya. Sampai saat ini
saya ingin sekali bisa menjadi manusia independen, namun rasanya saya belum
mampu. Masih terlalu banyak kebiasaan-kebiasaan yang menghalangi saya menjadi
independen.
Independen sendiri merupakan istilah
yang lazim digunakan dalam banyak hal. Seperti dalam dunia politik, kultur populer,
bahkan sampai industri musik dan dunia media kreatif lainnya. Hari ini, istilah
independen dalam masyarakat seperti di-framing sebagai sebuah hal yang
berkaitan erat dengan estetika. Namun dalam tulisan kali ini saya ingin
mengulik sisi lain dari makna independen.
Pada istilah populernya, independen
berarti tidak memiliki ketergantungan terhadap apapun. Namun banyak orang sudah
mengetahui bahwa berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain adalah hal yang
mustahil. Sebab memang dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang perlu saling
bantu antara satu dengan yang lainnya. Atas dasar itulah, makna independen coba
disesuaikan dengan realita yang ada.
Independen yang telah di-adjusted berarti
mengecilkan sekecil-kecilnya ruang ketergantungan terhadap orang lain. Bahkan ketika
mendapat dukungan orang lain, seorang yang independen merasa telah “berhutang”
dan ingin segera membalas kebaikan orang tersebut. Orang-orang yang independen
inilah pada akhirnya mampu bertahan.
Independen sangat menguntungkan untuk
mereka yang memilki sifat tersebut. Dengan menjadi independen, mereka dapat
menentukan jalan hidup mereka sendiri. Setiap keputusan yang diambil merupakan
pertimbangan dari berbagai hal yang mampu mempengaruhi hidupnya. Benefit lain yang
didapat ialah mereka mampu membahagiakan dirinya sendiri, sebab mereka tidak
menggantungkan kebahagiaanya kepada orang lain. Tidak seperti kebanyakan orang
yang menyamakan standar kebahagiaan dirinya dengan orang lain.
“Your time is limited, so don't waste it living someone else's life. Don't be trapped by dogma -- which is living with the results of other people's thinking. Don't let the noise of others' opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition.”
-Elite Daily
Tapi sayangnya, independen juga
memilki efek samping. Biasanya ini terjadi kepada mereka yang baru memulai
kehidupan independennya. Independensi hidup kadang membuat sebagian orang
merasa khawatir bahkan sampai depresi karena kurang percaya diri. Ujian dan
rintangan hidup membuat sebagian orang berpikir tidak mampu melakukannya. Ini
yang sekarang membuat saya tidak lagi memaknai independensi sebagai kemampuan
menggantungkan segalanya kepada diri sendiri.
Dari kacamata saya, independen yang
berarti memaksimalkan ketergantungan hanya pada diri kita sendiri, tidak pernah
eksis. Ketergantungan seperti ini tidak selayaknya digantungkan pada diri kita
sebagai seorang manusia. Karena dalam pandangan saya manusia adalah makhluk
yang lemah. Bukan bermaksud mendiskreditkan setiap orang lemah, hanya saja
kekuatan manusia hanya setara dengan istilah makhluk, tidak lebih.
Bagi saya, menjadi independen berarti
menggantungkan segala-galanya hanya kepada Tuhan, Allah ﷻ. Prinsip ini memang tidak mudah dijalankan, bahkan mungkin
lebih sulit daripada menggantungkan segalanya kepada diri sendiri. Kadang saya
suka lupa. Lagi-lagi saya terlalu percaya diri. Padahal yang membuat saya mampu
melakukan hal ini dan itu adalah Allah ﷻ
semata.
Dengan mengikuti prinsip tadi, efek
buruk dari pemaknaan independen sebelumnya dapat dikecilkan bahkan dihilangkan.
Sifat khawatir terhadap diri sendiri akan hilang seiring dengan bertambahnya
keyakinan kita kepada Tuhan, Allah ﷻ.
Oleh karena itu, merubah pola pikir tentang independen bagi saya kini merupakan
hal yang sangat esensial.
Semakin cepat bertambahnya usia,
semakin cepat juga hidup memaksa saya untuk menjadi dewasa. Namun tidak bisa
dipungkiri, hidup juga kadang perlu dinikmati. “Seize the moment” rasanya
menjadi frasa yang tepat untuk menikmati hidup dan memaknai setiap
perjalanannya. Dan hari ini rasanya saya tak perlu lagi khawatir tentang hidup
yang memaksa saya untuk cepat menjadi dewasa. Karena kedewasaan tadi akan
tumbuh dengan sendirinya seiring bertambahnya keyakinan saya terhadap
ketergantungan kepada Tuhan, Allah ﷻ.

Bagus masyaAllahh.
ReplyDeletetermakasih banyakk ka hehe
DeleteMenarik sekali...
ReplyDeletesiap kaa hehe
DeleteSuka dg quotesnya mba...
ReplyDeleteYOUR TIME IS LIMITED!! So, dont waste it....
terimakasih bu~
DeleteHanya bergantung kepada Allah adalah pilihan yang sangat tepat, sedangkan bergantung pada diri sendiri adalah sesuatu yang tidak akan mungkin tercapai.
ReplyDeleteiyap betul banget kaa
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteHidup memang adakalanya harus jeda sejenak untuk bisa merasakan nikmatnya hidup dan memaknai setiap perjalanannya dan total menggantungkan apapun hanya kepada Allah, makasi kak tulisannya ngena sekali
ReplyDeletewah terimakasih dukungannya kaa
DeleteMasyaalloh, bagus.Runut sekali tulisannya
ReplyDeleteterimakasih bu dukungannya hehe
DeleteBahasa dan bahasannya dalem.. 👍👍
ReplyDelete